Menu

Mode Gelap
Ketua PSI Aceh Temui Kapolda, Bahas Ekonomi Rakyat hingga Kolaborasi Bangun Aceh Dinas Peternakan Aceh Pastikan Stok Hewan Kurban Aman Jelang Meugang Iduladha 1447 H DPW Solidarity Squad Aceh Apresiasi Mualem Cabut Pergub JKA Respons Keluhan Warga, Polres Aceh Tengah Gencarkan Patroli Antisipasi Balap Liar hingga Dini Hari Respons Cepat Bencana, Kapolres Aceh Tengah Terima Penghargaan di Rapim Polda Aceh 2026 Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas

Pendidikan

SMAS dan SMPS Bustanul Ulum Bener Meriah Berjuang Pulihkan Pendidikan Pasca Banjir, Relokasi Jadi Harapan

badge-check


					SMAS dan SMPS Bustanul Ulum Bener Meriah Berjuang Pulihkan Pendidikan Pasca Banjir, Relokasi Jadi Harapan Perbesar

Bener Meriah  – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bener Meriah hampir dua bulan lalu masih menyisakan duka dan dampak kerusakan yang mendalam, khususnya bagi dunia pendidikan.

Salah satu sekolah yang terdampak parah adalah SMAS dan SMPS Terpadu Bustanul Ulum Kabupaten Bener Meriah.

Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMAS Bustanul Ulum, Jailani, S.Ag, saat menerima kunjungan Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., MSP, bersama tim Humas pada Selasa, (20/01/2026)

Dalam keterangannya, Jailani menjelaskan bahwa banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 menyebabkan kerusakan berat pada sejumlah fasilitas sekolah.

Letak sekolah yang berada di pinggir aliran sungai membuat bangunan sangat rentan terhadap banjir dan longsor susulan.

“Pasca banjir, ada beberapa gedung yang tidak bisa lagi kami fungsikan. Lokasi sekolah kami berada di pinggir sungai, sehingga kami sangat khawatir akan adanya banjir susulan,” ujar Jailani.

Ia menyebutkan, gedung asrama siswa, ruang kelas, hingga kantor sekolah mengalami retakan serius dan tidak lagi layak digunakan.

Bahkan, gedung leb di bagian belakang sekolah telah terjadi longsor, termasuk jembatan penghubung ke pemukiman warga dan ke kota yang ikut terdampak.

“Musala putra juga tidak bisa kami manfaatkan lagi karena tangganya ambruk, besinya sudah rusak.

Begitu juga dengan perumahan guru, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang administrasi, ruang guru, serta tiga unit ruang belajar, semuanya tidak bisa digunakan lagi,” jelasnya dengan nada sedih.

Tak hanya kerusakan bangunan, tragedi banjir bandang ini juga merenggut satu orang guru, yang gugur saat berusaha menyelamatkan siswa.

“Kami sangat berduka. Seorang guru kami, almarhum Sandika, meninggal dunia sekitar pukul 03.00 dini hari. Beliau terjebak di kamar mandi saat berupaya menyelamatkan siswa, hingga bangunan ambruk dan beliau terbawa arus banjir,” tutur Jailani.

Atas kondisi tersebut, pihak sekolah secara resmi menyampaikan permohonan bantuan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia agar dapat membantu pembangunan dan relokasi gedung sekolah yang telah hancur dan tidak dapat difungsikan lagi.

“Kami sangat berharap kepada Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk membantu kami dalam relokasi dan pembangunan kembali gedung SMAS dan SMPS Terpadu Bustanul Ulum.

Agar proses pendidikan di dayah kami bisa kembali normal pasca bencana banjir bandang ini,” ungkapnya penuh harap.(**)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dana sudah ditransfer, Wagub Aceh Apresiasi Presiden Prabowo atas Bantuan Sapi Meugang bagi Daerah Terdampak Bencana Aceh

10 Februari 2026 - 19:19 WIB

Tarik Tirai, Bupati Aceh Besar Resmikan Program VISUM Masjid Babussalam Lamkunyet

4 Februari 2026 - 23:32 WIB

Plt Kadisdikbud Aceh Besar Buka Manasik Haji Cilik, Tanamkan Nilai Religi Sejak Dini

4 Februari 2026 - 21:27 WIB

Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Seulawah 2026 Edukasi Masyarakat Tertib Berlalu Lintas Melalui Pembagian Brosur

4 Februari 2026 - 19:50 WIB

Sekda Aceh Hadiri Forum Konsultasi Publik Renduk PRRP Provinsi Aceh

4 Februari 2026 - 16:42 WIB

Trending di Pendidikan
Verified by MonsterInsights